Pertandingan Atalanta vs AS Roma pada pekan ke-18 Serie A 2025/2026 akan menjadi salah satu laga paling menarik di awal tahun. Duel ini dijadwalkan berlangsung di New Balance Arena, Minggu, 4 Januari 2026, dengan kick-off pukul 02.45 WIB dan dapat disaksikan melalui live streaming Vidio.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Ada muatan emosional yang kuat karena Gian Piero Gasperini kembali ke Bergamo, kota yang membesarkan namanya sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah Atalanta. Namun kali ini, ia datang sebagai pelatih AS Roma, rival langsung dalam perburuan posisi papan atas Serie A.
Tidak ada ruang nostalgia dalam laga ini. Persaingan di empat besar kian ketat, dan setiap poin bernilai sangat krusial menjelang paruh kedua musim.
Kembalinya Gasperini ke Bergamo Tanpa Sentimen
Gian Piero Gasperini meninggalkan Atalanta sebagai pelatih tersukses sepanjang sejarah klub. Di bawah asuhannya, La Dea berubah dari tim papan tengah menjadi kekuatan Eropa, dengan puncak prestasi berupa trofi Liga Europa 2024.
Namun, kembali ke Bergamo sebagai lawan tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Meski begitu, rekam jejak Gasperini menghadapi mantan klubnya tergolong solid. Dari 14 pertemuan melawan Atalanta, ia hanya menelan empat kekalahan, sebuah catatan yang menunjukkan profesionalisme tinggi dan kemampuan adaptasi taktik.
Sebagai pelatih Roma, Gasperini fokus penuh pada target kompetitif. Emosi masa lalu akan dikesampingkan demi hasil maksimal bagi tim ibu kota.
Roma Butuh Konsistensi Usai Performa Pra-Natal
AS Roma datang ke laga ini dengan kebutuhan mendesak untuk menjaga momentum. Performa mereka jelang libur Natal tergolong inkonsisten, dengan hanya tiga poin dari empat laga liga terakhir. Namun, kemenangan 3-1 atas Genoa di laga terakhir menjadi suntikan moral penting.
Dalam laga tersebut, Roma tampil efektif. Gol cepat Matias Soule, diikuti kontribusi Manu Kone dan Evan Ferguson, menunjukkan bahwa Roma mampu mematikan lawan tanpa harus mendominasi penguasaan bola.
Fondasi utama Roma musim ini terletak pada organisasi pertahanan. Hingga pekan ke-17, Giallorossi baru kebobolan 11 gol, menjadikan mereka tim dengan pertahanan terbaik di Serie A. Konsistensi ini membuat Roma hanya terpaut tiga poin dari puncak klasemen, meski produktivitas gol mereka tidak terlalu eksplosif.
Efisiensi, kedisiplinan, dan transisi cepat menjadi ciri khas Roma di bawah Gasperini musim ini.
Atalanta Masih Mencari Stabilitas Pascaperubahan
Di sisi lain, Atalanta masih berada dalam fase transisi setelah kepergian Gasperini. Pelatih baru Raffaele Palladino perlahan mencoba membangun ulang struktur permainan La Dea, dengan fokus pada keseimbangan antara intensitas menyerang dan disiplin bertahan.
Performa kandang Atalanta sebenarnya cukup menjanjikan sebelum akhir tahun. Mereka mencatat beberapa hasil positif di Bergamo, sebelum akhirnya ditahan dan kemudian dikalahkan Inter Milan 0-1 pada laga terakhir 2025. Kekalahan tersebut menutup tahun dengan nada minor dan menegaskan bahwa Atalanta masih belum sepenuhnya stabil saat menghadapi tim elite.
Salah satu catatan penting musim ini adalah performa Atalanta kontra tim papan atas. Dari tujuh laga melawan sesama tim besar, La Dea hanya mengumpulkan empat poin, dengan produktivitas gol yang juga menurun drastis.
Rekor Head to Head Masih Menguntungkan Atalanta
Jika melihat statistik pertemuan, Atalanta jelas memiliki keunggulan psikologis. Dalam sejarah pertemuan Serie A:
- Atalanta menang: 33
- Seri: 39
- Roma menang: 54
Namun, tren terbaru berpihak pada La Dea. Atalanta memenangi lima dari enam pertemuan liga terakhir melawan Roma, serta selalu menang dalam tiga laga kandang terakhir kontra Giallorossi di Bergamo. Rata-rata gol Atalanta dalam periode tersebut juga berada di atas dua gol per laga.
Meski demikian, musim ini menghadirkan anomali. Ketika menghadapi lawan dengan organisasi bertahan rapi, Atalanta kerap kesulitan menciptakan peluang bersih. Roma berpotensi memanfaatkan celah ini lewat skema blok rendah dan serangan balik terukur.
Prediksi Starting XI Atalanta vs Roma
Atalanta (3-4-2-1):
Carnesecchi; Djimsiti, Hien, Kolasinac; Zalewski, De Roon, Ederson, Bernasconi; De Ketelaere, Pasalic; Scamacca
Pelatih: Raffaele Palladino
AS Roma (3-4-2-1):
Svilar; Mancini, Ziolkowski, Hermoso; Celik, Kone, Cristante, Wesley; Soule, Dybala; Ferguson
Pelatih: Gian Piero Gasperini
Kedua tim diprediksi menggunakan formasi identik, membuat duel ini menarik secara taktik, terutama di sektor sayap dan lini tengah.
Analisis Taktik dan Jalannya Laga
Secara filosofi, Atalanta dan Roma memiliki prinsip yang mirip: intensitas tinggi, pressing selektif, serta pemanfaatan sayap. Bedanya, Roma musim ini lebih pragmatis dan efisien, sementara Atalanta masih mencari ritme terbaik dalam eksekusi ide Palladino.
Tempo laga kemungkinan tidak langsung tinggi. Kedua tim akan berhati-hati di babak pertama, dengan fokus menjaga struktur. Intensitas diprediksi meningkat setelah jeda, ketika ruang mulai terbuka dan faktor stamina mulai berperan.
Jika Atalanta gagal mencetak gol lebih dulu, Roma memiliki kualitas untuk mengendalikan permainan dan memaksimalkan kesalahan kecil lawan.
Prediksi Skor Atalanta vs Roma
Atalanta memiliki keuntungan kandang serta memori pertemuan yang positif. Namun, Roma datang dengan pertahanan solid dan kepercayaan diri usai kemenangan terakhir.
Dengan keseimbangan kekuatan yang ada, laga ini berpotensi berjalan ketat dan minim gol.
Prediksi skor akhir: Atalanta 1-1 AS Roma